Rabu, 05 Agustus 2015

[Lirik & Terjemahan] Tokyo Summer Session by UtaitexVocaloid_GUMIxflower


Roomaji :

F : “Yaa konnichiwa”
M : “Konnichiwa”
M : “Nee choushi dou?”
F : “Futsuu kana”

F : “Hanabi taikai ga raishuu arun datte ne”
M : “Aa yuuu hito ga ooi no ore wa nigate nandayo na”
F : “Aa~a sore ja dare ka hoka wo atatte mikka” (okoru)
M : “Yappa tanoshisou da na kekkou ikitai kamo” (ase)

F : “Nodo kawaita na”
M : “Kore nomeba?”
F : “Korette iwayuru kansetsu KISSU?”
M : “…ishiki shita?”
F : “…ishiki shita”
Nodo wa kawaita manma

Matteru hidarite ni honno sukoshi furete miru
Tsunagitai tsunagitai dakedo POKETTO ni kakureta
Honto wa kizuiteru honno sukoshi de todoku kyori
Tsunagitai tsunagitai honne senaka ni kakusu no

M : “Nani okotten no? Ki ni sawaru koto shimashitakke?”
F : “HINTO: Nanka kyou wa chigau ki ga shimasen ka?”
M : “Wakatta! Kinishinai de ii yo futotta koto”
F : “Naguru yo? Juugo SENCHI kitta kami ni kizuke”

M : “Onakatsuita na”
F : “Kore tabete”
M : “Korette iwayuru tezukuri KUKKII?”
M : “…natsu na no ni?”
F : “Natsu na no ni” (HAATO)
Nodo ga kawakimasu ne

Honto wa kizuiteru honno sukoshi de todoku kyori
Tsunagitai tsunagitai tsukamu sodeguchi hiitemiru

M : "Kirei da ne"
F : "Kirei da ne"
M : "Kirei da yo"
F : "Kirei da yo"

Tooku kara miteta dake no hanabi ga ima me no mae ni
Toki wo tome kaeritakunai yo ne kyou wa

F : “…suki ka mo ne”
M : “…suki ka mo ne”

Matteru hidarite ni honno sukoshi furete miru
Tsunagitai tsunagitai kimi wo damatte ubau yo
Honto wa kizuiteru honno sukoshi de todoku kyori
Tsunagitai tsunagitai gyutto nigiri kaesu yo


Terjemahan :

P : “Hei, selamat sore”
L : “Selamat sore”
P : "Bagaimana keadaanmu?”
L : "Biasa saja, mungkin”

P : “Ada festival kembang api minggu depan”
L : “Aku tidak suka pergi ke event yang ramai seperti itu”
P : “Oke, mungkin aku akan mencari seseorang untuk pergi ke sana bersamaku (marah)”
L : “Lagi, sepertinya menyenangkan, jadi aku masih mau pergi (sweatdrop)”

P : “Aku haus”
L : “Mau minum ini?”
P : “Bukannya nanti jadi ciuman tidak langsung?”
L : “…apa itu mengganggumu?”
P : “…itu menggangguku”
Tenggorokan tetap kering

Aku berusaha menyentuh tangan kirimu sebentar saja
Aku ingin menggenggamnya, tapi kau menyembunyikannya ke dalam saku
Sebenarnya kamu sadar, kita sudah semakin dekat
Aku ingin menggenggam tanganmu, tapi kau menyembunyikan tujuanmu itu dengan memalingkan wajah

L : “Apa yang membuatmu marah? Apa aku melakukan kesalahan?”
P : “Hint: Apa kau sadar kalau ada yang beda dariku hari ini?”
L : “Aku tahu! Aku tidak masalah kalau yang dimaksud soal berat badanmu”
P : “Mau kupukul!? Sadarlah kalau aku memotong rambutku sampai 15 cm”

L : “Aku lapar”
P : “Makanlah ini”
L : “Bukannya ini kue rumahan?”
L : “…walaupun ini musim panas?”
P : “Walaupun ini musim panas (heart)”
Mengeringkan tenggorokanmu

Sebenarnya kamu sadar kalau kita semakin dekat
Aku ingin menggenggam tanganmu, aku coba untuk menarik lengan (baju)mu

L : “Cantiknya...”
P : “Cantiknya…”
L : “(Kamu) cantik...”
P : (Nggak peka) “Cantik…”

Jarak kembang api ada di depan mata
Aku berharap waktu akan terhenti dan aku tidak harus pulang hari ini

P : “…suka mungkin”
L : “…suka mungkin”

Aku coba menyentuh tangan kirimu sebentar saja
Aku ingin menggenggam tanganmu, aku akan mencuri (kesempatan itu) diam-diam
Sebenarnya kamu sadar, kita sudah semakin dekat
Aku ingin menggenggam tanganmu, Aku akan menggenggam balik sekuat mungkin

Note :
F/P : Perempuan 
M/L : Laki-laki



Review :
YEEEEEY!! >_<
Ini lagu favoritku untuk sekaraaaang!!
Yang buat video clip nya itu HoneyWorks, dan aku suka gambarnya!! Jepang banget deh, soalnya yang dipakai untuk video itu cuma gambar. Ini sebenarnya ada hubungannya sama beberapa video mereka. :)

Ceritanya tentang ketiga pasang manusia yang sebenarnya saling suka, tapi belum berani ngungkapin. Langkah awal yaaa pergi bareng ke festival musim panas (Hanabi Matsuri). :3

Pasangan yang paling disorot sih, Mochizuki Souta (Mochita) dan Hayasaka Akari. Ini nih mereka~
Ihihihi, perhatikan tangan yang ada di samping Akari. Itu tangan Mochita!! >_< Cari-cari kesempatan emang di festival ini. :3 Si Akari antara peka gak peka sih tingkahnya, jadi gregetan!! *Sama kayak yang buat blog ini :v

Ini nih beberapa snapshoot Mochita berusaha PDKT ke Akari. :3 

Mochita kasih minuman kaleng ke Akari, Akari sadar kalau nanti jadi indirect kiss :3 (Coba cek liriknya)

Sekali lagi, lihat tangan Mochita yang mau genggam Akari, tapi gak sampai :v

Ini inisiatif Akari untuk kasih kue rumahan buatan dia ke Mochita :3 Ciekan~

SS mendekati ending, Mochita berhasil nyentuh tangan Akari!! >_< BANZAI!!

:3 Suka ekspresinya Mochita, dia ngeliatin tangannya lho~

Di sini Akari keliatan sadar (peka) sama tujuan Mochita :3

Nah!! Mereka saling genggam sekarang, Akari udah kasih lampu hijau buat Mochita!! >_<

Lucu deh kalau kalian lihat semua video tentang mereka ini (MochitaxAkari)!! Selain itu juga ada err, semacam kokuhaku gitu dari Mochita, tapi sayangnya (lagi) Akari antara peka gak peka. :v Duh, sabar banget deh Mochita!!
Yang dimaksud itu, cantiknya Akari, bukan kembang apinya :v

Si Akari salah ngartiin karena gak liat ekspresi Mochita yang terus mandangin dia :v

NAH!! INI SS YANG WAAAW BANGET DARI AKARI!! >_< Tapi Mochita gak sadar sama tatapan Akari yang bilang, "Mungkin aku suka kamu". :v Mochita sepertinya mulai lelah, makanya gak sadar.
JELAS!! AKARI KOKUHAKU KE MOCHITA!! :v

Mochita mulai lelah, makanya nyahut begitu :v

Lanjut ke pasangan favoritku!! :3 ada Setoguchi Yuu dan Enomoto Natsuki!! >_< Dari awal lihat video clip mereka, aku langsung tertarik sama Yuu, lho. :v Jadi keinget sama seseorang soalnya, dan WAW!! Darah mereka sama ternyata, wk! :v *Hush! Banyak yang suka sama dia, tapi sayangnya Yuu gak tertarik. Salahkan Natsuki yang selalu lengket sama dia. :v Natsuki darahnya sama sepertiku, lho. :3 Kurang lebih mirip, tapi tingginya beda. -,- Ini nih, mereka!! Douzo~
Awalnya Yuu malas untuk ke festival. Tapi pas Natsuki bilang mau ngajak yang lain aja, dia malah mau ikut. :v Ketahuan banget, kalau Yuu gak rela Natsuki pergi sama yang lain. Jadilah mereka pergi bareng. :D Ini kayaknya mereka sebelum jadian ._. 

Coba lihat snapshoot nya~ :3
Natsuki ngajak pergi Yuu :3 Berani banget, kan?

Ini ekspresi Yuu yang niat mau nemenin Natsuki supaya Natsuki gak pergi sama yang lain :v

Yuu ngungkit soal berat badan, wk! :v To the point banget!!
Pfft, bedanya ini, tapi yaaa mana keliatan Natsuki kalau masih dikuncir begitu -,-
Pasangan ini yang sebenarnya lebih greget, wk! Natsuki benar-benar berani, dia duluan lho yang nembak Yuu!! Ups! Spoiler, wk! :v

Selanjutnya ada pasangan yang malu-malu tapi mau, yaituuuuu Serizawa Haruki dan Aida Miou!! >_< Lihat Miou seperti sedang berkaca karena mirip banget sama aku!! :v Miou pemalu banget, anak satu-satunya lagi. Hmm, kadang aku mikir, sepertinya darahku memang bukan O, tapi A. -,- Terus si Haruki ini darahnya A dan berzodiak Aries!! :3 Err, jadi ingat seseorang... *Hush!

Tapi serius deh, Miou kelihatan lebih agresif daripada Haruki!! Miou yang narik lengan panjang yukata-nya Haruki. Haruki juga keliatan mau pegangan tangan sama Miou tapi malu. >_< DUH! Lucu deh! Nih, SS nya!! :3
Mereka ketemuan di bawah kuil :3

Haruki kikuk, jadi nanya, "Bagaimana kabarmu?" seperti di liriknya >_<

"Seperti biasanya, mungkin," jawab Miou. Keliatan kikuk juga, tuh! :v

Muka kikuk mereka lucu! :v

Haruki keliatan malu-malu tapi mau, jadi tangannya dimasukin ke kantong :v

Nah! Miou yang agresif! :v Haruki kaget banget tuh! :v
Sudah~ Aku belum lihat video mereka dari awal sampai akhir, jadi masih yaaa~ berawan lah soal infonya. :) Tapi katanya sih, bad ending, Haruki pindah, Miou berusaha kuat pas di bandara. ._. Nanti deh, aku cariin infonya. :D

TERUUUUUS!! Ternyata mereka nonton kembang api berdekatan lho~ Ini SS nya~ :3
Keliatan kan? :v

Sepertinya tangan Miou masih anteng di lengan Haruki :v Cieee~

Yuu sama Natsuki nyalain kembang api juga tuh, kayaknya :3

Si couple utama liatnya di jembatan~ :3

YOSH!! :3 Review-nya kebanyakan nih! :v Kucukupin sampai sini, ya! Kapan-kapan entah kapan(?), aku buat artikel mereka deh! :3 Sekalian kesan-kesannya dariku, alias curcolanku. Wk! :v

OKE~ CHAU!! :*

Jumat, 31 Juli 2015

[Gundam SEED/Destiny] Don't Take!! 01



Gundam SEED/DESTINY © Masatsugu Iwase, Yoshiyuki Tomino, Hajime Yatate @SUNRISE

Rin Shouta
Present
.
Don't Take!!

 Rate : T semi M

Genre : Friendship, Romance, Slice of Life, Drama, School Life

Pairing : XXCagalliAthrunXX slight LacusKira
Warning : AU, OOC, Typos, GaJe, dsb. Cover not Mine! But OFFICIAL!!
.
Summary : No Comment. Don't Like, Don't Read!
.
.
.
~ CHAPTER 01 : New Student ~

Sabtu, 20 Juni 2015

Seharusnya...








Aku menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan lewat mulutku yang terbuka sedikit. Aku... memang sudah menduga ini semua akan terjadi, tapi aku tak pernah benar-benar mengharapkannya terjadi. Sungguh.
"Aku... nggak bisa jawab 'iya' kalau Rin masih suka sama dia."
"..."
Biarkan aku bernapas, Je.
"Kalau Rin nggak bisa melepasnya, aku nggak bisa jawab 'iya'."
"Jangan jadikan aku sebagai penghambat kalian. Toh, aku bukan siapa-siapanya, Je."
Ya, aku tahu kalau ini akan jadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Tapi Rin suka dia dan Rin temanku."
Ugh, sekarang aku bingung harus berekspresi apa. Aku berusaha untuk tersenyum semampuku.
"Nggak apa-apa. Gigip sukanya sama Jean, bahkan sampai minta ta'aruf-an begitu. Ahahaha."
Dan entah bagaimana wajahku sekarang yang memaksakan diri untuk tertawa seperti orang bodoh.
"Riniii..."
Jean memelukku dan aku harus mati-matian menahan tangisku. "Sudah ah, malah nangis nanti kalau dipeluk begini," kataku dengan nada bercanda.
Aku menghembuskan napas berat.
"Je, sebenarnya ini sudah kedua kalinya terjadi. Maksudku, dulu waktu SMP, aku pernah menyukai seseorang. Tapi dia jadian dengan temanku dan karena itu, aku lost contact dengannya. Bisa dibilang ini adalah kesempatan keduaku. Aku nggak mau kehilangan temanku, terutama Jean. Aku sudah mengatakannya 'kan lewat surat?"
Jean tidak menjawab, hanya mengeratkan pelukannya. Tiara ikut memelukku. Semua laki-laki memperhatikan kami. Aku hanya tertawa sambil mengedipkan mata beberapa kali. Berharap air mataku tak terlihat.
Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan saat kilasan memori tentang aku dan dia muncul di benakku.
Haaah... Bodoh sekali...
Aku... spesial di matanya?
Tidak, itu hanya pemikiranku yang penuh harap tentangnya.
Perhatiannya waktu kelas 11 dulu?
Dia memang baik pada orang lain. Dia hanya membantu dan perhatian padaku sebagai teman. Sama seperti yang ia lakukan pada yang lain.
Bagaimana dengan kupon?
Waktu itu aku terlalu sibuk dengan uang DAP, sampai aku tak sadar kalau ada pembagian kupon. Dia berbaik hati mengambilnya untukku.
Lalu, kenapa Jean nggak?
Kau bisa tanyakan itu pada orangnya langsung.
Soal gantungan?
Dia bilang hanya ingin menyenangkanku. Mungkin dia tahu kalau aku berbohong nggak marah karena ketemuannya ngaret. Atau mungkin juga sebagai hadiah aku menang lomba.
Nah, soal ajakan bukbernya? Bukannya cuma kamu yang diajak dan kamu malah ngajak Kak Prita dan Jean.
Karena aku nggak mau dikira ke-GR-an kalau memang dia hanya mengajakku saja. Lalu akhirnya, hanya aku yang pulang sendiri. Dia dengan Jean. Kak Prita dengan pacarnya. Saat itu aku melihat bulan dan menangis. Tapi aku tidak menulisnya di suratku untuk dia. Aku mengubah arah pembicaraan.
Dan dari semua kejadian yang ada, kejadian itu yang membuatmu sadar, kan? Tapi kau selalu saja menepisnya dan terus percaya kalau dia juga menyukaimu.
Iya, aku tahu.
Sekarang, aku merasa benar-benar bodoh.
Dia menghindar waktu itu karena dia nggak mau ada gosip yang aneh antara aku dan dia. Bukan cuma itu, dia juga nggak mau menyakiti Jean. Ahahaha, aku sudah tahu kok. Kalian memang saling suka sejak saat itu. Ah, tapi maaf kalau aku sok tahu.
Aku lihat statusmu, Je.
"Iya da na~ nan cha tte!"
Kamu cemburu, kan?
Aku merasa kok, aku hanya nggak berani bertanya.
Tenang, dia juga langsung jalan duluan. Aku nggak jalan beriringan dengannya. Di sampingnya adalah tempat Jean. Bohong kalau aku nggak sedih, aku menangis di jalan. Kalau di rumah, pasti Mama akan bertanya dan aku nggak mau cerita soal itu ke Mama.
"Sepertinya, aku tunggu angkot di sana saja," kataku.
"Yaudah, aku tungguin," balas Jean.
Dia ikut berhenti di belakang Jean.
"Nggak perlu. Kalian duluan saja, sebentar lagi juga ada angkotnya," tolakku.
Maaf, rasanya aku nggak bisa menahannya lagi.
"Oh, yaudah."
Aku berlari kecil menjauhi kalian yang sepertinya sudah berencana untuk pulang bersama. Tangan kananku melambai sebentar ke arah mereka. Hanya Jean yang membalas. Aku berjalan ke depan.
Dengan pikiran kosong, aku kembali berbalik.
"Tunggu!" teriakku sambil berlari menghampiri mereka lagi.
Mereka berhenti melangkah.
Napasku tersendat-sendat saat berdiri tepat di depan mereka. Sebenarnya aku nggak yakin, tapi... ini yang terakhir kalinya sebagai tumpuanku untuk melangkah maju. Aku menatap Jean sebentar.
"Ini... Aku hanya akan mengatakannya sekali."
Aku nggak mau melihat ekspresi mereka tapi aku memaksakan diri untuk menatap mereka.
"Aku suka Gigip."
"Aku tahu, Jean sudah menceritakan semuanya. Aku... Ini yang terakhir. Aku juga tahu, Gigip suka Jean, begitu juga Jean yang suka Gigip. Maaf, kalau perasaanku membuat kalian terhambat. Sekali lagi, jangan jadikan aku sebagai penghambat kalian, Je. Aku nggak ada hak untuk melarang kalian."
Aku menghembuskan napas lagi.
"Oke, lupakan perkataanku barusan. Anggap aku tak pernah membicarakan hal ini. Aku juga akan melupakan perasaanku. Kuharap, kalian bahagia."
Aku tersenyum lalu terkekeh pelan.
Saat menengok ke samping kanan, ada angkot 19 lewat. Sontak aku menghampiri angkot itu. "Jaa!" pamitku.
Setelahnya, aku tak tahu apa yang terjadi pada mereka. Di angkot, aku berusaha menenangkan diri dan menahan tangis. Sambil mendengarkan lagu, aku membuka akun media sosialku. Lagu Whiteeeen yang berjudul Hanbunko membuatku mengedipkan mata beberapa kali lalu menghapus air mata yang muncul di ujung kedua mataku.
Ada nama Rino di daftar teman yang sedang online. Aku langsung mengajaknya chat.
'Rino, aku mau curhat.'

FIN

Note :
Oke, kali ini memang nggak jelas. Aku hanya ingin cerita apa yang kupikirkan belakangan ini. Kalau aku berani mengatakannya di tanggal 2 Juni kemarin, mungkin ini yang akan terjadi.

Sebelum itu, aku minta maaf karena bawa-bawa nama Jean dan Gigip. Err, oke. Kalau kalian membaca posting-an ini, please jangan diungkit. Kalian hanya 'cukup tahu' aja. Untuk orang-orang yang mengenalku juga, jangan ungkit soal ini di RL.

Tak apa kalau kalian menganggapku pecundang, naif, atau sebagainya.

Terserah.

Itu hak kalian untuk berpendapat.

Beginilah aku. Aku nggak bisa bilang langsung face to face. Aku mengatakannya secara tersirat dan tersurat, bukan secara langsung. Aku menuangkan semua perasaanku lewat tulisan, entah lewat surat sampai membuat posting seperti ini.

Aku juga nggak ada maksud untuk menjelek-jelekkan nama orang lain. Terutama orang-orang yang sudah kusebutkan namanya di atas. Ini asli hanya pendapatku. Keinginanku. Pemikiranku. Imajinasi yang bercampur dengan keinginanku.

Dan aku nggak akan bilang kalau aku akan melupakannya.

Aku hanya ingin melupakan perasaanku.

Toh, nggak bisa juga lupa sama orangnya kalau sering ketemu. Aku juga sudah bertekad untuk menjadi Rin yang biasanya. Jadi Rin yang gila akan ikemen, chara cute, berisik, asal nyeplos. Tentunya jadi Rin yang bisa diandalkan. Aku harap begitu.

Terima kasih juga buat Rino!

Ahahaha, maaf ya sering curhat, cerewet, dsb. Makasih atas support dan bahan candaannya.

Makasih karena sering ngatain baper. Padahal bapernya tergantung sikon...

Sama kayak ke Jean, Galih, anggota INORI dan ATEENA, aku nggak bisa marah ke Rino. Toh, emang dasarnya itu orang suka bercanda, nggak perlu sampe hati.

Maaf juga buat Galih. Aku nggak tahu Galih udah tau apa belum. Tapi aku bingung mau cerita atau nggak. Sorry, Galih.

Oke, nambah nama lagi kan...

Haaah... Rasanya lega kalau bisa cerita begini. Walau nggak ada feedback, tapi tetap lega rasanya.

Thanks!

Aku nggak mau kehilangan kalian semua! Love you, all!

Aku harap, saat ketemu yang lain, nggak akan begini lagi. Wk!

CHAU!!